ASPAL / BITUMEN

PENGERTIAN ASPAL

Pengertian umum Aspal adalah material berwarna hitam atau cokelat tua, pada temperatur ruang berbentuk padat sampai agak padat, yang terbuat dari komposisi Karbon, Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen.

 

KOMPOSISI ASPAL
Komposisi aspal secara kimiawi ditentukan oleh komposisi molekulnya yang berbeda-beda sesuai dengan sumber minyak bumi. Proses pembentukannya akan mempengaruhi kecepatan pengikatan terhadap material lainnya.

 

BAHAN DASAR UTAMA ASPAL

Bahan dasar utama aspal yaitu hidrokarbon atau biasa disebut bitumen yang terjadi dari gabungan beberapa mineral berbentuk padat atau semi padat. Aspal yang umum digunakan saat ini terutama berasal dari salah satu hasil proses destilasi minyak bumi dan disamping itu mulai banyak pula dipergunakan aspal alam yang berasal dari pulau buton. Aspal minyak yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan proses hasil residu dari destilasi minyak bumi seperti bensin (gasoline), minyak tanah (kerosene), solar (minyak diesel). Hidrokarbon sebagai pembentuk aspal dapat larut dan berubah kadarnya bila dilarutkan dalam Carbondisulfida (CS2) yang memberikan sifat adhesi pada aspal.

Komposisi dari aspal terdiri dari asphaltenes dan maltenes:

  • Asphaltenes, Aspalthenes merupakan material berwarna hitam dan cokelat tua yang tidak larut dalam Heptana. Merupakan senyawa Heterosiklis yang mengandung senyawa oksigen , nitrogen, dan belerang.
  • Maltenes, Maltenes larut dalam heptane, yang merupakan cairan kental yang terdiri dari resins dan oils. Resins yaitu cairan berwarna kuning atau coklat tua yang memberikan sifat adhesi dari aspal, merupakan bagian yang mudah hilang atau berkurang selama masa pelayanan jalan. Sedangkan oils berwarna lebih muda merupakan media dari asphaltenes dan resinn-aromat. Proporsi dari asphaltenes, resin, oils berbeda-beda tergantung dari banyaknya faktor seperti kemungkinan beroksidasi, proses pembuatannya dan ketebalan lapisan aspal dalam campuran.